BENIH ORTODOKS PDF

Baca Nanti Teknik Penyimpanan Benih yang Baik Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen, namun hal ini tidak selalu mungkin karena musim berbuah tidak selalu sama, untuk itu penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba. Tujuan penyimpanan benih Mempertahankan viabilitas benih selama periode simpan yang lama, sehingga ketika akan dikecambahkan benih masih mempunyai viabilitas yang tidak jauh berbeda dengan viabilitas awal sebelum benih disimpan Menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik daya kecambah tetap tinggi Melindungi biji dari serangan hama dan jamur. Faktor penting dalam penyimpanan benih Ada dua faktor penting selama penyimpanan benih yaitu, suhu dan kelembaban udara. Umumnya benih dapat dipertahankan tetap baik dalam jangka waktu yang cukup lama, bila suhu dan kelembaban udara dapat dijaga maka mutu benih dapat terjaga. Untuk itu perlu ruang khusus untuk penyimpanan benih. Contoh benih ortodoks: padi, kedelai, jagung, kacang hijau, kacang tanah, cabai, kangkung, bayam, sawi, pepaya, melon, anggur dll Benih Rekalsitran Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu dipertahankan selama penyimpanan.

Author:Tojalmaran Kagarr
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):14 April 2006
Pages:173
PDF File Size:14.14 Mb
ePub File Size:11.77 Mb
ISBN:565-5-51834-430-5
Downloads:94848
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malam



Latar Belakang Benih merupakan salah satu faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan usahatani. Dalam konteks agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi sebab benih harus menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan sarana teknologi yang maju.

Sering petani mengalami kerugian yang tidak sedikit baik biaya maupun waktunya akibat penggunaan benih yang jelek mutunya. Pertumbuhan dan produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cara bercocok tanam, tetapi tidak boleh diabaikan pentingnya pemilihan kualitas benih yang akan dipergunakan. Penggunaan benih bermutu dapat mengurangi risiko kegagalan usahatani karena bebas dari serangan hama dan penyakit serta mampu tumbuh baik pada kondisi lahan yang kurang menguntungkan.

Dalam budidaya tanaman sering kali ditemui keadaan dimana kebutuhan benih dengan ketersediaan benih tidak selalu sama. Sering kali ketersediaan benih lebih besar daripada kebutuhan benih di lapangan karena setelah dipanen, benih biasanya tidak langsung ditanam melainkan harus menungggu saat tanam selama beberapa waktu.

Selain itu benih seringkali harus diangkut dari suatu tempat ke tempat lain dengan menempuh jarak yang cukup jauh maka perlu dilakukan penyimpanan benih agar benih yang belum digunakan sekarang bisa digunakan pada saat dibutuhkan nantinya.

Oleh karena itu dalam makalah ini akan dinahas mengenai cara penyinpanan benih yang baik agar kualitas benih tetap baik. Tujuan Penyusunan Makalah Tujuan dari penyusunan mkalah ini antara lain adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui pengertian benih penyimpanan benih 2. Mengetahui tempat yang sesuai untuk penyimpanan benih.

Mengetahui lama penyimpanan terhadap kualitas benih. Benih tanaman yaitu biji, bibit, stek, entres dan planlet. Benih tanaman adalah bakal biji yang dibuahi struktural , yang digunakan untuk pertanaman fungsional , sebagai sarana untuk mencapai produksi maksimum agronomis , sebagai wahana teknologi maju yang mampu melestarikan identitas genetik dengan mencapai derajat kemurnian genetik yang setinggi-tingginya teknologi , dan sebagai produk artifisial yang sangat spesifik dan efisien.

Benih tanaman merupakan salah satu sarana budidaya tanaman yang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil budidaya tanaman yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendapatkan benih tanaman yang diharapkan dapat menghasilkan benih yang siap dipasarkan atau digunakan dengan kemurnian dan perkecambahan yang maksimum, maka dilakukanlah suatu kegiatan prosesing benih dimulai dari kegiatan pra prosesing, pengeringan, pembersihan, pemilahan, perlakuan benih, pengemasan, penyimpanan dan pemasaran.

Penyimpanan benih merupakan kegiatan prosesing benih yang bertujuan mempertahankan mutu viabilitas benih agar tetap tinggi sampai benih ditanam, menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik daya kecambah tetap tinggi , melindungi biji dari serangan hama dan jamur serta mencukupi persediaan biji selama musim berbuah tidak dapat mencukupi kebutuhan. Faktor-faktor penyimpanan benih tersebut diantaranya: mengetahui jenis kelompok benih dan lingkungan simpan.

Dalam kegiatan penanganan benih, secara umum benih dikelompokkan ke dalam dua golongan utama sesuai dengan kondisi penyimpanan yang dituntut, yaitu benih recalsitrant dan benih orthodox. Benih Rekalsitran Menurut Schmidt , benih recalsitrant didefinisikan sebagai benih yang tidak tahan terhadap pengeringan dan suhu penyimpanan yang rendah, kecuali untuk beberapa species temperate recalsitrant.

Kebanyakan benih recalsitrant hanya mampu disimpan beberapa hari sampai dengan beberapa bulan. Benih recalsitrant banyak ditemukan pada species dari zona iklim tropis basah, hutan hujan tropis, dan hutan mangrove, beberapa ditemukan pada zona temperate dan sedikit ditemukan pada zona panas. Rekalsitran adalah benih yang sangat peka terhadap pengeringan dan akan mengalami kemunduran pada kadar air dan suhu yang rendah. Penurunan kadar air bada biji tipe ini akan berakibat penurunan viabilitas biji hingga kematian, sehingga biji tipe ini tidak bisa disimpan dalam kadar air rendah Menurut Kamil , Benih yang bersifat rekalsitran akan mati kalau kadar airnya diturunkan sebelum mencapai kering dan tidak tahan di tempat yang bersuhu rendah.

Metode penyimpanan benih rekalsitran sangat berlawanan dengan penyimpanan benih ortodoks, dan daya simpannya relatif pendek.

Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu dipertahankan selama penyimpanan. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk gergaji atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau arang.

Penyimpanan benih rekalsitran secara umum, suhu ruang simpan sedang dengan kadar air benih yang tinggi, pada RH yang tinggi, dengan ketersediaan oksigen yang cukup. Biji kelompok ortodoks dicirikan oleh sifatnya yang bisa dikeringkan tanpa menglami kerusakan.

Menurut Kamil , benih ortodok tidak mati walaupun dikeringkan sampai kadar air yang relatife sangat rendah dengan cara pengeringan cepat dan juga tidak mati kalau benih itu disimpan dalam keadaan suhu yang relative rendah. T ampupu , Eucalyptus deglupta Blume leda , Gmelina arborea Linn gmelina , Paraserianthes falcataria Folsberg sengon , Pinus mercusii Jung et de Vriese tusam , dan Santalum album cendana.

Dalam kondisi penyimpanan yang optimal, benih yang orthodox akan mampu disimpan sampai beberapa tahun. Benih orthodox banyak ditemukan pada zona arid, semi arid dan pada daerah dengan iklim basah, di samping itu juga ada yang ditemukan pada zona tropis dataran tinggi. Benih recalsitrant didefinisikan sebagai benih yang tidak tahan terhadap pengeringan dan suhu penyimpanan yang rendah, kecuali untuk beberapa species temperate recalcitrant. Secara praktis, benih ortodoks dapat disimpan pada suhu kamar 28oC atau ruang sejuk 12oC , bergantung pada lama penyimpanan dan kadar air benih yang akan disimpan Schmidt Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen, jadi mengikuti cara-cara alamiah, namun hal ini tidak selalu mungkin kareana musim berbuah tidak selalu sama, untuk itu penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba.

Oleh karena itu perlu dilakukan penyimpanan benih agar benih yang belum digunakan sekarang bisa digunakan pada saat dibutuhkan nantinya. Beberapa alasan diperlukannya penyimpanan benoh antara lain: 1. Musim buah dan tanam tidak sama 2. Mempertahankan sumber genetik 3. Sebagai penyangga antara produksi dan permintaan Pertimbangan penyimpanan benih: 1. Banyak jenis yang buahnya masak pada permulaan atau pertengahan musim kemarau 2.

Beberapa jenis musim buahnya tidak terjadi sepanjang tahun 3. Benih harus mengalami transportasi ke tempat tujuan penanaman dan memakan waktu lama dalam perjalanan 4. Produksinya kurang mencukupi untuk penanaman areal yang luas Doran , mengemukakan bahwa periode penyimpanan terdiri dari penyimpanan jangka panjang, penyimpanan jangka menengah dan penyimpanan jangka pendek.

Penyimpanan jangka panjang memiliki kisaran waktu puluhan tahun, sedangkan penyimpanan jangka menengah memilki kisaran waktu beberapa tahun, dan penyimpanan jangka pendek memiliki kisaran waktu kurang dari setahun. Tidak ada kisaran pasti dalam periode penyimpanan, hal ini disebabkan karena periode penyimpanan sangat tergantung dari jenis tanaman dan tipe benih itu sendiri. Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas Benih Umur simpan benih sangat dipengaruhi oleh sifat benih, kondisi lingkungan, dan perlakuan manusia.

Berapa lama benih dapat disimpan sangat bergantung pada kondisi benih dan lingkungannya sendiri. Beberapa tipe benih tidak mempunyai ketahanan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama atau sering disebut benih rekalsitran.

Sebaliknya benih ortodoks mempunyai daya simpan yang lama dan dalam kondisi penyimpanan yang sesuai dapat membentuk cadangan benih yang besar di tanah Schmidt Pada umumnya semakin lama benih disimpan maka viabilitasnya akan semakin menurun Widodo Mundurnya viabilitas benih merupakan proses yang berjalan bertingkat dan kumulatif akibat perubahan yang diberikan kepada benih. Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna.

Laju kemunduran mutu benih dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan, penyimpanan, serta pendistribusian benih secara baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas benih selama penyimpanan dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup sifat genetik, daya tumbuh dan vigor, kondisi kulit dan kadar benih awal. Faktor eksternal antara lain kemasan benih, komposisi gas, suhu dan kelembaban ruang simpan Sutopo Masalah yang dihadapi dalam penyimpanan benih semakin kompleks sejalan dengan meningkatnya kadar air benih.

Penyimpanan benih yang berkadar air tinggi dapat menimbulkan resiko terserang cendawan. Benih adalah bersifat higroskopis, sehingga benih akan mengalami kemunduran tergantung dari tingginya faktor-faktor kelembaban relatif udara dan suhu lingkungan dimana benih disimpan.

Penyimpanan benih yang kurang baik akan menyebabkan benih mengalami kemunduran fisiologis. Kemunduran benih ini tidak dapat dicegah tetapi dapat ditekan lajunya dengan mengendalikan faktor yang berpengaruh selama penyimpan seperti suhu, kadar air benih dan kelembaban.

Salah satu cara untuk mempertahankan daya simpan benih adalah dengan penetapan kadar air yang tepat saat benih disimpan sehingga benih dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama tanpa menurunkan viabilitas benih. Perlakuan terhadap benih sebelum dan selama penyimpanan benih sangat mempengaruhi daya simpan benih. Apabila benih diperlakukan dengan baik sesuai karakteristik dan kebutuhan benih tersebut untuk dapat bertahan lebih lama, maka benih tersebut akan memiliki daya simpan yang lebih lama.

Meskipun begitu setiap benih memiliki batas waktu penyimpanan. Apabila benih disimpan melebihi batas waktu yang simpannya maka mutunya akan menurun secara drastis. Lamanya batas waktu simpan benih biasanya diketahui melalui penelitian-penelitian yang dilakukan. Dari hasil penelitian tersebut diketahui berapa lama benih dapat disimpan dengan perlakuan optimum yang mendukung daya simpan benih tersebut Kuswanto Tempat Penyimpanan benih 1. Ruang Penyimpanan Kegiatan penyimpanan benih tidak terlepas dari penggunaan ruang simpan.

Menurut Kartosapoetra , beberapa sifat khusus yang harus diperhatikan dari ruang simpan adalah : a. Insulasi Yaitu penahanan aliran panas udara. Jadi ruangan tempat penyimpanan harus diusahakan agar dapat bertahan terhadap pengaruh tersebut, misalnya penahanan aliaran panas dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat yang bersuhu rendah. Ruangan harus kedap air dan uap air Benih harus bersih dari segala kotoran dan bau jadi diperlukan ruangan yang kedap air sehingga air hujan tidak dapat masuk ke dalam ruangan.

Atap ruangan harus serapat miungkin, tidak ada kebocoran atau percikan-percikan air yang munkin dapat menetes ke dalamnya. Dinding ruangan pun harus rapat sehingga uap air tidak dapat menerobos ke dalam ruangan melalui celah-celah dinding, pintu ataupun ventilasi dan tempat penyimpanan fan. Ruang penyimpananpun harus kedap udara karena itu dalam tempat-tempat penyimpanan yang baik sering digunakan bahan-bahan seperti film polyethylene, alumunium foil, aspal guna melapisi dinding dan menutup lubang-lubang pada dinding.

Permukaan ruang penyimpanan harus kedap akan uap air, sebaiknya ruangan penyimpanan hanya memiliki satu pintu tanpa adanya jendela-jendela.

Refrigerasi pendinginan Kadang-kadang untuk melindungi benih-benih tertentu, ruang penyimpanannya perlu memperoleh pendinginan. Refrigerasi bermaksud untuk menghilangkan panas dalam ruang, baik yang terjadi dari ruang simpan itu sendiri maupun dari benih yang disimpan. Refrigerasi dilakukan dengan alat bantu, yaitu refrigerator.

Dehumidifikasi pengeringan udara Benih-benih dalam bulk atau onggokan dapat disimpan dalam ruangan yang kedap uap air untuk selama semusim. Hal ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan desiccant atau zat kimia dan dengan alat dehumidifier atau alat pengering udara. Sistem ini dapat menggunakan kontainer plastik khusus atau kontainer yang lebih kecil terbuat dari plastik atau baja atau bahkan pot dari tanah. Ukuran penyimpan dapat berkisar antara 25 liter sampai ton.

Sistem ini dapat digunakan untuk gabah, beras, dan serealia lainnya seperti jagung. Wadah Penyimpanan Penyimpanan benih merupakan salah satu cara yang dapat menunjang keberhasilan penyediaan benih, mengingat bahwa kebanyakan jenis pohon hutan tidak berbuah sepanjang tahun sehingga perlu dilakukan penyimpanan yang baik agar dapat menjaga kestabilan benih dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Kegiatan penyimpanan benih tidak terlepas dari penggunaan wadah simpan. Beberapa sifat khusus yang harus diperhatikan dari wadah simpan adalah : a. Permeabilitas, yaitu kemampuan wadah untuk dapat menahan kelembaban dan gas pada level tertentu b. Insulasi, yaitu kemampuan wadah untuk mempertahankan suhu c. Ukuran lubang, yaitu kemampuan wadah untuk bertahan dari serangan serangga dan mikroorganisme yang dapat masuk melalui celah-celah kemasan d.

Kemudahan dalam hal penanganan seperti tidak licin, mudah ditumpuk, mudah dibuka, ditutup, disegel dan mudah dibersihkan. Biaya, harus diperhitungkan dengan nilai nominal dari benih sendiri Wadah simpan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 dua macam yakni wadah yang kedap udara dan wadah yang permeable Widodo,

DIE ABENTEUER DER SWEET GWENDOLINE PDF

Benih Ortodox dan benih Rekalsitran

Latar Belakang Benih merupakan salah satu faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan usahatani. Dalam konteks agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi sebab benih harus menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan sarana teknologi yang maju. Sering petani mengalami kerugian yang tidak sedikit baik biaya maupun waktunya akibat penggunaan benih yang jelek mutunya. Pertumbuhan dan produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cara bercocok tanam, tetapi tidak boleh diabaikan pentingnya pemilihan kualitas benih yang akan dipergunakan. Penggunaan benih bermutu dapat mengurangi risiko kegagalan usahatani karena bebas dari serangan hama dan penyakit serta mampu tumbuh baik pada kondisi lahan yang kurang menguntungkan. Dalam budidaya tanaman sering kali ditemui keadaan dimana kebutuhan benih dengan ketersediaan benih tidak selalu sama. Sering kali ketersediaan benih lebih besar daripada kebutuhan benih di lapangan karena setelah dipanen, benih biasanya tidak langsung ditanam melainkan harus menungggu saat tanam selama beberapa waktu.

CASSE NOISETTE HOFFMANN PDF

Bank benih yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tempat untuk menyimpan semua benih berbagai jenis tumbuhan agar dapat dipergunakan pada masa yang akan datang, sebagai sumber genetika untuk kepentingan konservasi dan pemuliaan. Keberadaan bank benih sangatlah penting mengingat Indonesia dengan bermacam ragam jenis pohon hutan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan di dunia. Bank benih terdiri dari bank benih di hutan lapangan yang tersimpan di dalam atau di atas permukaan tanah dan bank benih di tempat penyimpanan yang sudah melalui perlakuan pendahuluan, agar kualitas fisik,fisiologis dan genetisnya tetap baik. Tipe Benih Menurut Sutarno dkk secara teknologi dikenal benih yang bersifat ortodoks dan rekalsitran. Benih ortodoks tidak mati walaupun dikeringkan sampai kadar air yang relatife sangat rendah dengan cara pengeringan cepat dan juga tidak mati kalau benih itu disimpan dalam keadaan suhu yang relative rendah. T ampupu ,Eucalyptus deglupta Blume leda , Gmelina arborea Linn gmelina , Paraserianthes falcataria Folsberg sengon ,Pinus mercusii Jung et de Vriese tusam , dan Santalum album cendana Benih yang bersifat rekalsitran, akan mati kalau kadar airnya diturunkan sebelum mencapai kering dan tidak tahan di tempat yang bersuhu rendah.

Related Articles