ELEKTROFORESIS GEL AGAROSA PDF

Campuran tersebut dilarutkan dengan cara dipanaskan. Gel Comb dipasang pada tangki elektroforesis. Larutan agarose dituangkan pada tangki elektroforesis dan didinginkan hingga mengeras. Setelah gel tersebut mengeras, gel comb dapat diambil dan gel agarose siap untuk digunakan. Tangki elektroforesis kemudian ditutup dan dihubungkan ke power supply.

Author:Net JoJokora
Country:Belize
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):27 April 2019
Pages:324
PDF File Size:11.10 Mb
ePub File Size:15.10 Mb
ISBN:536-1-92218-137-7
Downloads:73468
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nira



Campuran tersebut dilarutkan dengan cara dipanaskan. Gel Comb dipasang pada tangki elektroforesis. Larutan agarose dituangkan pada tangki elektroforesis dan didinginkan hingga mengeras. Setelah gel tersebut mengeras, gel comb dapat diambil dan gel agarose siap untuk digunakan. Tangki elektroforesis kemudian ditutup dan dihubungkan ke power supply.

Power Supply mA, 90V dinyalakan selama 30 menit. Divisualisasi dengan menggunakan Gel Doc dan kemudian diambil gambarnya. Selain itu diharapkan mahasiswa juga dapat mengetahui bagaimana cara mengukur fragmen DNA pada praktikum ini.

Secara singkat, elektroforesis adalah suatu teknik pemisahan molekul selular berdasarkan ukurannya, dengan menggunakan medan listrik yang dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif Yuwono, Prinsip kerjanya adalah jika molekul yang bermuatan negatif DNA dilewatkan melalui suatu medium, misalnya gel agarose, kemudian dialiri arus listrik dari satu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya positif , maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif Elektroforesis melalui membran matriks gel agarose tersebut Yuwono, Terdapat dua macam teknik elektroforesis yang telah berkembang yaitu, elektroforesis horizontal maupun vertikal Lisdiyanti, Berdasarkan jenisnya ada dua macam elektroforesis yaitu: Elektroforesis bebas free electrophoresis : molekul atau partikel yang akan dipisahkan tersebar di seluruh larutan.

Pemberian arus listrik pada larutan yang mengandung partikel tersebut akan menyebabkan terbentuknya batas di antara dua larutan. Elektroforesis zona: merupakan jenis elektroforesis yang paling banyak digunakan, mempergunakan media penunjang, seperti kertas, selulosa asetat, agarose atau poliakrilamid Biosciences, Dalam praktikum ini jenis elektroforesis yang digunakan adalah elektroforesis zona dan menggunakan teknik elektroforesis horizontal karena menggunakan gel agarose yang diletakkan pada alat elektroforesis secara horizontal dan teknik ini difungsikan untuk analisais DNA.

Kelebihan metode ini adalah mudahnya mengamati reaksi kimia selama proses berlangsung, sampel dapat ditangani dengan baik dan cepat, gel dari hasil percobaan dapat disimpan dalam kantong plastik dan didinginkan setelah percobaan, sehingga dapat dipakai untuk dokumentasi penting yang dapat dipelajari lebih lanjut di lain waktu, dan beberapa kelebihan lainnya. Selain kelebihan, metode ini juga memiliki kekurangan, yaitu rawan terjadi kesalahan pada proses pemindahan campuran sampel ke dalam slot gel, karena slot gel ukurannya sangat kecil Boffey, Setelah gel mengeras, gel dimasukkan ke dalam ruang elektroforesis dan dilakukan penambahan running buffer.

Penambahan running buffer dilakukan dengan tujuan mempermudah pengerasan gel saat dilakukan pemanasan Gardner dkk, Tahap selanjutnya adalah mencampurkan DNA dengan loading buffer yang memiliki fungsi membantu sampel turun ke dalam well dan membantu memonitor berapa lama proses elektroforesis telah berlangsung karena memiliki pewarna bromofenol biru Magdeldin, Sedangkan untuk marker 1kb dituang pada dua sisi ujung atas dan bawah well yang ada.

Marker adalah segmen DNA yang spesifik dan telah diketahui ukurannya. Marker berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui ukuran DNA hasil ampifikasi. Marker DNA yang terdapat di dalam ruang elektroforesis berfungsi sebagai penanda posisi pasangan basa dari molekul DNA yang bermigrasi.

Marker-marker DNA tersebut merupakan marker yang telah dibuat oleh pabrik sehingga tanda pasangan basanya jelas.

Marker tersebut memiliki delapan fragmen DNA dengan kisaran pb hingga Praktikum dilanjutkan dengan memasang penutup ruang elektroforesis dan diberikan arus listrik untuk tahap running. Running elektroforesis dilakukan pada tegangan 90 Volt dan dengan arus sebesar mA selama 30 menit.

Kecepatan migrasi DNA sangat dipengaruhi oleh tegangan listrik dan arus listrik yang di berikan oleh power supply ke tangki elektroforesis. Gel agarose nantinya akan dikeluarkan dari ruang elektroforesis setelah mengalami perubahan warna. Dokumentasi dilakukan dengan gel doc Davis dkk, Pada tahap dokumentasi hal yang pertama dilakukan adalah merendam gel agarose hasil elektroforesis pada larutan EtBr kurang lebih selama 15 menit. Setelah itu dilakukan pembilasan dengan menggunakan Aquades selama kurang lebih 15 menit juga.

Setelah tahap-tahap tersebut barulah divisualisasi dengan menggunakan Gel Doc. Gel doc adalah alat yang digunakan untuk mengamati dan mendokumentasikan hasil elektroforesis. Komponen gel doc terdiri dari lampu UV, kamera dan komputer.

Lampu UV berfungsi menerangi bagian dalam dalam dari gel doc, kamera berfungsi memotret hasil elektroforesis dan komputer berfungsi menjalankan proses dokumentasi lewat bantuan software Davis dkk, Dalam proses elektoforesis terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laju pergerakan dari molekul DNA, yaitu: 1. Ukuran Molekul DNA Molekul yang berukuran lebih kecil akan cepat bergerak melewati gel karena hambatan yang akan dihadapi tidak lebih banyak dibandingkan molekul berukuran besar.

Konsentrasi gel Semakin tinggi konsentrasi agarosa, semakin kaku gel yang dibuat sehingga sukar untuk dilewati molekul-molekul DNA. Konsentrasi agarosa yang lebih tinggi memudahkan pemisahan DNA yang berukuran kecil, konsentasi agarosa yang lebih rendah memudahkan pemisahan DNA dengan ukuran yang lebih besar.

Bentuk molekul Molekul yang memiliki bentuk elips atau fibril akan lebih cepat bergerak dibandingkan dengan yang berbentuk bulat. Densitas muatan Densitas muatan yaitu muatan per unit volume molekul. Molekul dengan densitas muatan tinggi akan bergerak lebih cepat dibandingkan molekul dengan densitas muatan yang rendah. Pori-pori gel Semakin kecil pori-pori gel yang digunakan, semakin lambat pergerakan molekul DNA. Voltase Semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan, semakin cepat pergerakan molekul DNA.

Larutan buffer elektroforesis Buffer dengan kadar ion tinggi akan menaikkan konduktansi listrik sehingga mempercepat migrasi DNA Wolfe, Pada hasil praktikum ini terlihat bahwa pita fragmen DNA yang tersinari UV tidak menunjukkan adanya pergerakan atau migrasi sama sekali, yang terlihat hanyalah migrasi dari marker DNA pada sisi tepi gel agarose. Hal yang semacam ini kemungkinan disebabkan oleh terlalu lamanya penyimpanan untai DNA setelah di isolasi pada praktikum yang sebelumnya, atau terdapat sedikit kesalahan dalam penyimpanan.

Tetapi, jika dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses elektroforesis dengan kondisi-kondisi yang sudah dicek secara baik dirasa tidak mungkin untuk tidak bermigrasi sama sekali untai DNA tersebut. Jadi ada kemungkinan faktor yang lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan pada proses ini, yaitu untai DNA itu sendiri.

Kenapa bisa begitu, dimungkinkan karena dalam proses penyimpanan sebelumnya yang kurang baik, yaitu dari suhu penyimpanan. Pita fragmen DNA dapat diukur dengan menggunakan suatu kurva regresi linier. Elektroforesis memiliki prinsip kerja bahwa suatu molekul DNA yang bermuatan negatif jika dialiri listrik akan bergerak menuju kutub positif milik elektroforesis melalui matriks membran gel agarose.

Panjang fragmen DNA dapat terlihat dengan menggunakan gel doc yang pada saat didalamnya disinari dengan menggunakan sinar UV, setelah sebelumnya dilakukan tahap elektroforesis. Setelah itu panjang fragmen DNA dapat diukur menggunakan kurva regresi linier. Faktor yang mempengaruhi laju migrasi dari fragmen DNA pada elektroforesis gel adalah ukuran molekul DNA, konsentrasi, bentuk molekul, densitas muatan, pori-pori gel, voltase, dan larutan buffer elektroforesis.

Selain itu ada faktor lain yang dapat muncul sebagai yang mempengaruhi laju migrasi fragmen itu sendiri, yaitu ukuran fragmen DNA dan faktor ketelitian serta kehati-hatian dalam proses penyimpanan produk DNA jika produk tersebut sebelumnya disimpan.

Protein Electrophoresis. Amersham Biosciences : USA. Birren, B. Pulsed field ge electrophoresis: a practical guide. Academic Press, Inc. Boffey, S. Campbell, N.

Ed ke Erlangga : Jakarta. Davis, L. Basic methods: Molecular biology 2nd ed. Fairbanks, D. Genetics: The continuity of life. Gardner, E. P Snustad. Principles of genetics 8th ed. Jean, Francois Giot. Journal of Medical Biochemistry ; 29 1. Klug, W. Concept of genetics 4th ed. Merrill Publishing Co. Lee, S. Modified gel preparation for distinct DNA fragment analysis in agarose gel electrophoresis. Tropical Biomedicine 27 2 : Warta Biotek : Bogor. Magdeldin, Sameh.

Gel Electrophoresis - Principles and Basics. InTech Publisher : Rijeka, Croatia. Martin, R. Gel electrophoresis: Nucleid acids. Bros Scientific Publishers Ltd. Russell, P. Fundamentals of genetics. Tarigan, Simson. Wolfe, S. Introduction to cell and molecular biology. Wardworth Publishing Company, Belmont. Posted by.

HRVATSKA KUHARICA U ZONI PDF

Pengertian dan Cara Kerja Elektroforesis

Properties of agarose gel[ edit ] An agarose gel cast in tray, to be used for gel electrophoresis Agarose gel is a three-dimensional matrix formed of helical agarose molecules in supercoiled bundles that are aggregated into three-dimensional structures with channels and pores through which biomolecules can pass. Low-melting and low-gelling agaroses made through chemical modifications are also available. Agarose gel has large pore size and good gel strength, making it suitable as an anticonvection medium for the electrophoresis of DNA and large protein molecules. Agarose gel has lower resolving power than polyacrylamide gel for DNA but has a greater range of separation, and is therefore used for DNA fragments of usually 50—20, bp in size. The limit of resolution for standard agarose gel electrophoresis is around kb, but resolution of over 6 Mb is possible with pulsed field gel electrophoresis PFGE. Higher concentration gels would have higher electroendosmotic flow.

FABULAS PANICAS ALEJANDRO JODOROWSKY PDF

Agarose gel electrophoresis

.

Related Articles