KLASIFIKASI ARCHAEBACTERIA PDF

Dari arti bahasa, Archaebacteria berarti "Bakteri Kuno" yang memiliki pengertian konteks sebagai kelompok bakteri yang telah hidup sangat lama sebelum jenis organisme lain berkembang. Bukan tanpa alasan juga istilah "Bakteri Kuno" dipegang oleh kelompok bakteri ini. Pasalnya jenis bakteri ini memiliki struktur yang unik dan sangat berbeda dengan jenis organisme lainnya. Archaebacteria disebut-sebut sebagai organisme paling kuno awal yang berhubungan erat dengan organisme eukariotik organisme yang memiliki membran inti sel. Keunikan lainnya dari Archaebacteria ini adalah tempat hidup yang sangat ekstrim dan beberapa ilmuwan mengeluarkan hipotesis bahwan Archaebacteria adalah organisme yang hidup pada lingkungan awal di Bumi.

Author:Mobar Shaktigrel
Country:Kazakhstan
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):7 December 2008
Pages:272
PDF File Size:3.19 Mb
ePub File Size:16.73 Mb
ISBN:950-1-82782-437-5
Downloads:20228
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dairisar



Dari arti bahasa, Archaebacteria berarti "Bakteri Kuno" yang memiliki pengertian konteks sebagai kelompok bakteri yang telah hidup sangat lama sebelum jenis organisme lain berkembang. Bukan tanpa alasan juga istilah "Bakteri Kuno" dipegang oleh kelompok bakteri ini. Pasalnya jenis bakteri ini memiliki struktur yang unik dan sangat berbeda dengan jenis organisme lainnya.

Archaebacteria disebut-sebut sebagai organisme paling kuno awal yang berhubungan erat dengan organisme eukariotik organisme yang memiliki membran inti sel. Keunikan lainnya dari Archaebacteria ini adalah tempat hidup yang sangat ekstrim dan beberapa ilmuwan mengeluarkan hipotesis bahwan Archaebacteria adalah organisme yang hidup pada lingkungan awal di Bumi.

Bakteri ini mampu menghasilkan gas metana dengan memanfaatkan senyawa organik seperti metanol dan asetat sebagai makanannya, yang dikombinasikan dengan kandungan karbondioksida dan hidrogen yang ada di udara. Klasifikasi Archaebacteria Klasifikasi Archaebacteria atau pengelompokan keluarga Archaebacteria dapat diperoleh berdasarkan lingkungan hidupnya yang sangat ekstrim. Klasifikasi menurut lingkungan hidup yang ekstrim ini dapat diperoleh 3 tiga pembagian kelompok Archaebacteria, yaitu: 1 Bakteri Metanogen Merupakan kelompok bakteri Archaebacteria yang hidup di rawa ekstrim.

Bakteri ini dapat memproduksi gas metana biogas dari aktivitas metabolismenya. Bakteri Metanogen memakan metanol atau asetat asam yang dikombinasikan dengan karbondioksida dan hidrogen di udara untuk menghasilkan gas metana.

Lokasi hidupnya sangat cocok dengan fungsi dari bakteri ini, yaitu sebagai bakteri pengurai. Biasanya bakteri ini dimanfaatkan untuk penguraian sampah dan kotoran hewan yang kemudia belakangan ini dikembangkan sebagai sumber energi alternatif penghasil metana. Contoh bakteri Archaebacteria dari jenis Bakteri Metanogen adalah Methanobacterium. Contoh dari bakteri Archaebacteria jenis Halofil ini adalah Halobacterium.

Temperatur optimal dari lingkungan yang dapat ditempati oleh bakteri ini mencapai 60 sampai 80 derajat celcius dengan tingkat asam yang sangat kuat mencapai pH Contohnya adalah daerah kawah vulkanik yang mengandung asam sulfat tinggi. Contoh bakteri termosiadofil adalah Sulfolobus dan Thermoplasma. Sampai dengan saat ini, bakteri Archaebacteria yang memiliki peran aktif bagi kehidupan manusia dan telah diketahui oleh manusia adalah dari jenis Bakteri Metanogen.

Bakteri Archaebacteria dari jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai media pengembangan energi alternatif untuk manusia. Semoga ulasan ini dapatmenambah pengetahuan kita mengenai bakteri Archaebacteria yang ada di dunia ini dan apa yang dapat dimanfaatkan dari keberadaannya.

CIMA CO5 PDF

Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Peranan Archaebacteria

Istilah Archaebacteria berasal dari bahasa Yunani, archaio, yang artinya kuno. Para ahli berpendapat bahwa Archaebacteria merupakan sel-sel paling awal kuno yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan organisme eukariotik memiliki membran inti sel. Archaebacteria hidup di lingkungan yang ekstrim, mirip dengan lingkungan awal di bumi. Archaebacteria Archaebacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Organisme prokariotik Komposisi kimia penyusun dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan Membran plasmanya mengandung lipid dengan rantai hidrokarbon bercabang yang tertanam pada gliserol dengan ikatan eter Sebagian besar hidup pada habitat yang ekstrem, misalnya di mata air panas, air laut yang asin, kawah, lumpur dan gambut. Klasifikasi Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut. Berdasarkan metabolisme dan habitatnya yang ekstrem archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri metanogen, bakteri halofil dan bakteri termofil termoasidofil.

LIBRO PORQUE A MI ROBIN NORWOOD PDF

Eubacteria: Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Contohnya

Ringkasan Sementara beberapa archaebacteria adalah heterotrofik, sebagian besar adalah kemoautotrof, yang berarti mereka menghasilkan makanan sendiri dari bahan kimia yang ditemukan di lingkungan mereka. Berdasarkan metode yang mereka lakukan ini dan jenis lingkungan di mana mereka ditemukan, archaebacteria dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok: metanogen, halofilik, reduksi sulfur, dan termoasidofil. Metanogen Metanogen adalah bakteri anaerob, makan pada tanaman membusuk dan bahan organik lainnya, produksi air dan gas metana. Mereka dapat ditemukan di lumpur dan rawa-rawa, jauh di lautan, dan di saluran pencernaan fermentasi selulosa herbivora di mana mereka membantu dalam pencernaan selulosa. Beberapa metanogen tumbuh di dekat ventilasi vulkanik. Kemampuan archaebacteria ini untuk bertahan hidup di dekat ventilasi membuat sangat menarik para ilmuan, karena air di daerah-daerah ini mencapai suhu hingga derajat Celcius.

G4PC50U PDF

Materi Archaebacteria dan Eubacteria LENGKAP

Klasifikasi Archaea Klasifikasi Arkea atau Prokariota secara umum masih menjadi perdebatan. Sistem klasifikasi saat ini bertujuan untuk mengatur Archaebacteria menjadi kelompok-kelompok yang memiliki fitur struktural dan leluhur yang sama. Sistem ini sangat bergantung pada urutan rRNA filogenetik molekuler. Dua filum yang sudah banyak dikenal adalah Euryarchaeota dan Crenarchaeota. Mempelajari klasifikasi dengan filogenetik molekuler ini mungkin terlalu rumit dan kurang intuitif untuk pemula, sehingga ada baiknya kita mencoba menggolongkan Arkea berdasarkan fisiologisnya. Kelompok Arkea yang hidup di lingkungan ekstrem disebut dengan Arkea ekstremofil, terdapat empat kelompok utama Arkea ekstremofil ini, yaitu halofil, termofil, alkalifil, dan asidofil.

Related Articles